Selasa, 29 November 2016

PDI-P Perkuat Strategi menangkan Ahok-Djarot

PDI-P Perkuat Strategi Memenangkan Ahok-Djarot

Rabu, 30 November 2016 | 08:28 WIB
Hasil gambar untuk foto ahok djarot
GARRY ANDREW LOTULUNG Calon pasangan cagub-cawagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat saat menerima pengaduan dari warga di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016). Ahok menerima pengaduan warga mengenai permasalahan Ibu Kota setiap pagi dari Senin hingga Jumat di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta.

   Sebagai partai pengusung utama pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, PDI Perjuangan memperkuat strategi memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Strategi yang dimaksud adalah dengan merambah potensi di luar basis PDI-P guna memenangkan pasangan petahana tersebut.

"Banyak potensi (pemilih) yang mau enggak mau PDI-P harus keluar dari cangkang untuk menggarap segmen yang kami anggap sudah bukan menjadi teritorial kami, tapi ternyata mereka nasionalis by potential, bukan by uniform. PDI-P harus keluar dari border," kata politisi PDI-P, Eva Kusuma Sundari, kepada Kompas.com, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Salah satu bentuknya, kata Eva, adalah membuka komunikasi dengan para pemuka agama, khususnya agama Islam di Jakarta.

Menurut Eva, ada banyak pemuka agama Islam yang sebenarnya mendukung pasangan Basuki-Djarot, namun mereka belum mengungkapkan sikapnya karena belum didatangi tim pemenangan.

"Mau enggak mau PDI-P harus out reach juga kepada kyai-kyai di kampung, kemudian masjid-masjid yang ada di kampung, karena mungkin secara deep down in heart, mereka nunggu untuk didekati," tutur Eva.

Latar belakang penerapan strategi ini dimulai dari adanya beberapa kyai dan ulama di kampung tempat Eva tinggal, yakni Cawang, Jakarta Timur, yang simpati terhadap Basuki atau Ahok.

Mereka menganggap Ahok tidak perlu diproses hukum dalam kasus dugaan penistaan agama karena telah meminta maaf.

Selain itu, PDI-P kini terus memastikan basisnya solid. Cara mereka memastikan hal tersebut adalah dengan menggelar pertemuan secara maraton.

"Dari riset kami, pendukung yang tidak berubah (pilihan) itu ada di PDI-P selain di Nasdem. Tentu kami konsolidasi di internal, minimal kami memastikan PDI-P tidak pecah. Makanya saya punya jadwal panjang itu setiap malam pertemuan di ranting mana, sekarang sudah ranting dan subranting," ujar Eva.

Ahok-Djarot diusung koalisi PDI-P, Nasdem, Golkar, dan Hanura. Pasangan petahana ini akan memiliki kursi dukungan terbanyak di DPRD DKI Jakarta jika berhasil memenangkan Pilkada DKI 2017.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/30/08282891/pdi-p.perkuat.strategi.memenangkan.ahok-djarot
#compas.com


Sandiaga punya harta 3,8 triliun, apa saja yang dimilikinya, lihat disini

Punya Harta Rp 3,8 Triliun, Apa Saja Aset yang Dimiliki Sandiaga?

Rabu, 30 November 2016 | 08:43 WIB


Hasil gambar untuk foto sandiaga

Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, tercatat memiliki harta paling banyak dibandingkan cagub-cawagub kontestan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Total kekayaan Sandi mencapai Rp 3.856.763.292.656 (Rp 3,8 triliun) dan 10.347.381 dollar AS.

Berdasarkan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) pada 29 September 2016, Sandi juga tercatat memiliki sejumlah aset. Sandi memiliki beberapa jenis harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan.

Dia mempunyai lima aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, dua aset tanah di Tangerang, tiga aset bangunan di Jakarta Selatan, satu aset bangunan di Singapura, dan satu aset bangunan di Washington DC. Total harta tidak bergerak Sandi mencapai Rp 113.516.301.444.

Sandi juga memiliki harta bergerak berupa Nissan Grand Livina seharga Rp 125 juta, Nissan X-Trail Rp 250 juta, logam mulia Rp 1,5 miliar, barang-barang seni dan antik senilai Rp 1 miliar, dan harta bergerak lainnya senilai Rp 700 juta.

Total harta bergerak Sandi mencapai Rp 3.575.000.000.

Selain itu, Sandi tercatat memiliki 29 investasi dengan nilai jual yang beragam. Total nilai investasi tersebut mencapai Rp 3.721.379.813.530 (Rp 3,7 triliun) dan 1.287.801 dollar AS.

Sandi juga mempunyai satu aset giro dan setara kas lainnya yang berasal dari hasil sendiri. Nilai aset tersebut yakni Rp 12.899.258.838 dan 30.247.421 dollar AS.

Ada pula piutang berupa pinjaman uang sebesar Rp 13.834.597.000 dan 2.465.841 dollar AS. Selain aset-aset tersebut, dalam LHKPN milik Sandi juga tercatat utang sebanyak Rp 8.441.678.156 dan 23.653.682 dollar AS. Utang tersebut berbentuk pinjaman uang.

#http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/30/08430621/punya.harta.rp.3.8.triliun.apa.saja.aset.yang.dimiliki.sandiaga.
#compas.com